Peta Wilayah
Siteplan
Profil KTM
Direktori
Ragam Bisnis
 

  PROFIL WILAYAH KTM RAMBUTAN PARIT

I. Gambaran Umum Kawasan

Wilayah KTM Rambutan-Parit telah ditetapkan berdasarkan SK Gubernur Sumatera Selatan Nomor 273/KPT/TPH/2003 sebagai Pusat Kawasan Agropolitan dan juga terdapat UPT Rambutan dan UPT Parit.

Kawasan terletak di Kabupaten Ogan Ilir provinsi Sumatera selatan. Luas wilayah Kabupaten 266.610 Ha yang terbagi atas 16 kecamatan dengan jumlah penduduk 356.493 jiwa atau 89.123 KK. Kabupaten Ogan Ilir merupakan kabupaten baru hasil Pemekaran dari Kabupaten Ogan Komering Ilir sesuai dengan Undang-undang Nomor 37 Tahun 2003. kedudukan Kabupaten Ogan Ilir sangat strategis mengingat posisi Kabupaten ini merupakan hinterland dari Kota Palembang yang merupakan pusat kegiatan utama di Propinsi Sumatera Selatan yang dilalui oleh jaringan jalan regional Palembang – Indralaya – Kayu Agung – Martapura – Lampung, dan Palembang – Indralaya – Muara Enim. Selain jalur transportasi jalan raya Kabupaten Ogan Ilir juga dilintasi jaringan rel kereta api Lintas Sumatera.

Kawasan Sungai Rambutan-Parit ini meliputi 5 desa dan 2 UPT yaitu desa Parit, desa Sungai Rambutan, desa Lorok, desa Purnajaya dan desa Bakung. Sedangkan lokasi transmigrasi terdiri dari UPT Rambutan I dan UPT Parit I. Luas wilayah kawasan ini 34.933 Ha dan jumlah penduduk 7.598 jiwa atau 1.898 KK.

Potensi kawasan ini menampung transmigran sekitar 1500 - 2000 KK, dan yang sudah penempatan sejumlah 450 KK. Penempatan baru (UPT) direncanakan sebanyak 3 UPT yakni UPT Rambutan II, UPT Rambutan III dan UPT Parit II

II. Aksesibilitas.

Pencapaian kelokasi wilayah KTM Rambutan-Parit dari Pusat Ibu Kota Propinsi(Palembang) adalah : Palembang – Simpang Desa Sungai Rambutan berjarak 22 Km, waktu tempuh 30 menit dengan kendaraan Mobil/Motor, dan dari Simpang Desa Sungai Rambutan ke desa Sungai Rambutan berjarak 10 Km ditempuh selama 10 menit dengan kendaraan mobil atau motor, selanjutnya dari desa Sungai Rambutan ke UPT Rambutan I berjarak 5,1 Km ditempuh selama 15 menit dengan mobil atau motor. Alternatif lain dari Palembang ke UPT Parit berjarak 42 Km ditempuh selama 35 menit dengan kendaraan mobil atau motor

III. Konsidi Geografis.

a. Iklim
Iklim di kawasan ini kurang menunjang karena curah hujan yang jarang yaitu 4 bulan basah dan 4 bulan kering dan kurang terdistribusi merata sepanjang tahun sehingga kurang menjamin ketersediaan air.

b. Topografi
Sebagian besar kawasan merupakan daerah estuarium atau rawa pasang surut dengan ketinggian 0,5 m sampai 2,25 m di atas permukaan laut. Pengaruh pasang surut air laut lebih dominan dibandingkan dengan pengaruh curah hujan.

c. Tanah
Berdasarkan hasil penelitian kesesuaian tanah cukup baik untuk tanaman Padi, Kelapa sawit, Jagung, Kedele dan Kare.

IV. Kondisi Kependudukan.

Potensi kawasan ini menampung transmigran sekitar 1500 - 2000 KK, dan yang sudah penempatan sejumlah 450 KK. Penempatan baru (UPT) direncanakan sebanyak 3 UPT yakni UPT Rambutan II, UPT Rambutan III dan UPT Parit II.

Jumlah penduduk di kawasan KTM Rambutan-Parit ada 7.598 jiwa atau 1.898 KK, yang terdiri dari masyarakat lokal dan masyarakat transmigran. Penduduk tersebut tersebar di masing-masing desa dan UPT seperti pada tabel dibawah ini :

V. Perekonomian.

a. Perekonomian Kabupaten.
Berdasarkan data BPS Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2005, distribusi PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) didapat dari lapangan usaha seperti yang tertera pada tabel berikut :

Sumber : BPS Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2005

Berdasarkan tabel tersebut diatas terlihat secara menyeluruh bahwa pada periode 2004 sampai dengan 2005 PDRB Kabupaten Ogan Ilir sektor lapangan usaha pertanian merupakan yang tertinggi yaitu 34,72 % , disusul oleh Perdagangan hotel dan restauran sebesar 17,12 % dan yang terkecil adalah Listrik, Gas dan Air bersih yaitu 0,17% Sudah jelas terlihat bahwa sektor pertanian masih merupakan sektor yang dominan dalam PDRB Kabupaten Ogan Ilir.

b. Lembaga Kemitraan Usaha.
Dikawasan ini terdapat beberapa kelembagaan usaha diantaranya : Kelompok usaha tani, Kelompok usaha ternak sapi, Koperasi serba usaha KTM Transmigrasi (KSU KTM Trans), Koperasi wanita trans “AMANAH” dan Kelompok usaha bersama.

Disamping itu kawasan ini juga terdapat beberapa perusahaan diantaranya : PT. Indralaya Agro Lestari, bergerak bidang kelapa sawit, PT. Satya Eka Perkasa yang bergerak bidang LPG, PT. Adi Jaya Sentosa yang bergerak bidang tiang pancang beton, PT. Sumatera Prima Fiberwood yang bergerak bidang kayu lapis, PT. Garuda Tunggal Utama, bergerak bidang kelapa sawit, PT. Dunia Kimia Utama , PT. Pratama, bergerak bidang kelapa sawit, PT. Anugrah, bergerak bidang karoseri kendaraan.

VI. Kondisi Pertanian.
Usaha pertanian di kawasan ini didominasi oleh padi dan kelapa sawit yang tersebar pada tanaman warga transmigran dan warga setempat. Selain itu tanaman kedele dan jagung juga cukup baik. Kawasan KTM Rambutan-Parit ini belum didukung oleh irigasi yang memadai, dimana para transmigran dan warga setempat bercocok tanam dengan sistem pasang surut. Hal ini karena curah hujan yang minim yaitu 4 bulan basah dan 4 bulan kering dan kurang terdistribusi merata sepanjang tahun sehingga kurang menjamin ketersediaan air.

Begitu pula dengan tanaman lainnya seperti Karet, Kedele, Jagung dan Kelapa Sawit. Tanaman perkebunan yang mempenyai prospek dan nilai jual yang baik adalah kelapa sawit. Tanaman ini mempunyai tingkat ketersediaan yang relatif tinggi dibandingkan produk tanaman perkebunan lain. Dengan pengolahan dan perlakuan pasca panen yang baik komoditi ini dapat diandalkan untuk dikembangkan di KTM Rambutan-Parit.

VII. Rencana Struktur Wilayah KTM .

Berdasarkan hasil pengamatan serta kondisi eksisting di wilayah perencanaan, hierarkhi pusat pelayanan kegiatan fungsional yang ada di Kawasan Kota Terpadu Mandiri Rambutan-Parit Kabupaten Ogan Ilir, adalah sebagai berikut :

* UPT Rambutan 1/Desa Rambutan, yang berfungsi sebagai Pusat Pengembangan Ekonomi atau KTM
* Lorok merupakan Sub Pusat pendukung
* Semua desa/kelurahan diluar akan berfungsi sebagai buriloka (hinterland) yang akan mendukung keberlangsungan pengembangan Kawasan KTM Rambutan-Parit.

Dengan demikian di Kawasan KTM Rambutan-Parit secara struktur ruang terdiri dari 1 Pusat KTM dan 1 Sub Pusat.

Rencana Struktur Pusat Pelayanan Di KTM Rambutan-Parit :

Sumber : Hasil Analisis Tim KTM Rambutan-Parit, 2007

VIII Potensi Kawasan

Potensi Komoditi unggulan di Kawasan KTM Rambutan-Parit adalah padi, kelapa sawit. Untuk komoditi padi kondisi kesesuaian lahan cukup sesuai, namun yang perlu ditingkatkan adalah pengembangan sistem tanam dari pasang surut ke sistem irigasi, sehingga dapat dilakukan musim tanam minimal 2 kali dalam setahun.

Begitu pula dengan tanaman perkebunan kelapa sawit. Lahan dikawasan ini cukup cocok, dan mempenyai prospek dan nilai jual yang baik. Tanaman ini mempunyai tingkat ketersediaan yang relatif tinggi dibandingkan produk tanaman perkebunan lain. Dengan pengolahan dan perlakuan pasca panen yang baik, komoditi ini dapat diandalkan untuk dikembangkan.

Kelapa Sawit merupakan komoditas ekspor yang mampu memberikan kontribusi didalam upaya peningkatan Devisa Negara. Ekspor Sawit Indonesia selama 20 tahun terakhir terus menunjukkan adanya peningkatan. Prospek ekspor Sawit salah satunya dipucu oleh mahalnya harga BBM, karena minyak Sawit merupakan salah satu bahan baku campuran BBM untuk biodesel.

Dengan meningkatnya permintaan Dunia terhadap komoditas Sawit dimasa yang akan datang, maka upaya untuk meningkatkan pendapatan petani yaitu melalui perluasan tanaman Sawit dan peremajaan kebun, ini merupakan langkah efektif untuk dilaksanakan.

Gambaran potensi komoditi padi dan kelapa sawit KTM Rambutan Parit program tanam selama 5 tahunan adalah sebagai berikut :

IX Peluang Bisnis

Faktor sarana dan prasarana khususnya sektor transnportasi adalah salah satu yang paling menentukan dalam perkembangan wilayah, untuk dapat mencapai hal tersebut pemerintah pusat dan daerah dikawasan ini telah mengembangkannya dan sudah cukup memadai ditinjau dari kualitas dan kuantitas, sehingga aksesibilitas jasa dan barang cukup baik. Dengan kondisi seperti itu peluang bidang usaha jasa sektor produksi dan pemasaran hasil pertanian di kawasan ini dapat dikembangkan lebih optimal. Mengingat produksi pertanian di kawasan ini cukup baik, dan lahan yang akan di ekstentifikasi cukup luas, maka faktor pengolahan dan pemasaran merupakan potensi yang dapat dikembangkan.

Selain bidang pertanian dan perkebunan telah dicadangkan lahan yang cukup luas untuk usaha peternakan dan perikanan, sehingga kesempatan usaha ini cukup potensial dalam usaha pengolahan samai pada pemasaran hasil produksi.