Peta Wilayah
Siteplan
Profil KTM
Direktori
Ragam Bisnis
 

  PROFIL WILAYAH KTM TELANG

Kawasan KTM Telang meliputi dua delta, yaitu Delta Telang I dan Delta Telang II yang dipisahkan oleh Sungai Telang. Delta Telang I dan Delta Telang II diapit oleh empat sungai besar, yaitu Sungai Musi di sebelah timur, Sungai Banyuasin di sebelah barat, serta Sungai Sebalik dan Sungai Gasing di sebelah selatan. Bagian utara dari kedua delta tersebut berbatasan dengan Terusan PU dan Selat Bangka. Di sebelah utara Terusan PU merupakan Kawasan SECDe (South Sumatra Eastern Corridor Development).

Secara administratif, Delta Telang I yang memiliki luas 26.680 ha termasuk dalam wilayah Kecamatan Muara Telang, Banyuasin II, dan Makarti Jaya. Sedangkan Delta Telang II yang memiliki luas 13.800 ha termasuk dalam wilayah Kecamatan Tanjung Lago yang merupakan kecamatan baru hasil pemekaran dari Kecamatan Talang Kelapa dan Kecamatan Muara Telang. Kecamatan Tanjung Lago terbentuk pada tanggal 12 Desember 2006.

Delta Telang I terbagi atas 20 desa, yaitu Desa Sumber Jaya, Marga Rahayu, Sumber Mulyo, Panca Mukti, Telang Jaya, Mukti Sari, Mukti Jaya, Mekar Sari, Telang Makmur, Sumber Hidup, Telang Rejo dan Desa Telang Karya yang merupakan desa-desa eks UPT (Unit Permukiman Transmigrasi). Desa Karang Anyar, Talang Lubuk, Terusan Dalam, Terusan Tengah, Muara Telang, Karang Baru, Muara Baru, dan Desa Upang Jaya merupakan desa-desa eks Marga.

Delta Telang II terbagi atas 12 desa, yaitu Desa Telang Sari, Purwosari, Mulya Sari, Banyu Urip, Bangun Sari, Sumber Mekar Mukti, Suka Damai, Suka Tani, dan Desa Muara Sugih yang merupakan desa-desa eks UPT. Sedangkan Desa Tanjung Lago, Sri Menanti, dan Desa Kuala Puntian merupakan desa-desa eks Marga.

Desa Muara Baru yang berada di Delta Telang I, secara administratif termasuk dalam wilayah Kecamatan Banyuasin II, sedangkan Desa Upang Jaya yang juga berada di Delta Telang I termasuk dalam wilayah Kecamatan Makarti Jaya. Desa Mukti Sari di Delta Telang I merupakan hasil pemekaran dari Desa Telang Jaya, sedangkan Desa Purwosari di Delta Telang II merupakan hasil pemekaran dari Desa Telang Sari.

Delta Telang II dapat diakses melalui jalur darat dan air, sedangkan Delta Telang I hanya dapat diakses melalui jalur air. Akses jalan darat ke Delta Telang II dapat dilakukan setelah dibangunnya jembatan penghubung di Sungai Gasing. Akses jalan darat tersebut kini semakin lancar sejalan dengan semakin ditingkatkannya pembangunan jalan Palembang-Tanjung Api-api.

1. Kondisi Fisik

Iklim
Karakteristik iklim di Kawasan KTM Telang termasuk dalam kategori hujan tropis, yaitu kondisi panas dan lembab terjadi sepanjang tahun. Suhu rata-rata bulanan 27 C dan kelembaban relatif 87%. Kawasan KTM Telang menurut Oldeman termasuk pada zone agroklimat C1. Musim hujan berturut-turut terjadi dalam 5-6 bulan (>200 mm per bulan) dan 1-2 bulan kering (<100 mm per bulan). Rata-rata curah hujan tahunan yaitu sekitar 2.400 mm, musim hujan terjadi pada bulan Oktober-April, dan musim kemarau terjadi pada bulan Mei-September.

Hidrologi
Kawasan KTM Telang dilalui dan dikelilingi oleh sungai-sungai besar, antara lain Sungai Musi, Sungai Banyuasin, Sungai Telang, Sungai Sebalik, dan Sungai Gasing. Selain sungai-sungai tersebut, di Kawasan KTM Telang juga terdapat banyak saluran yang sengaja dibuat untuk kepentingan drainase lahan pertanian pasang surut.

Pada umumnya jaringan tata air (sistem drainase) yang terdapat di Kawasan KTM Telang adalah sistem grid ganda (double-grid system) yang dirancang oleh LAPIITB pada tahun 1976. Sistem ini didasarkan pada sistem drainase saluran terbuka (open system) dengan menggunakan saluran primer sebagai saluran navigasi yang berhubungan langsung ke sungai utama. Jarak antara saluran primer yaitu 8.000 m. Tegak lurus dengan saluran primer terdapat saluran sekunder yang berhubungan langsung dengan saluran primer, jarak antara saluran sekunder adalah 1.150 m.

Saluran sekunder pemberi yang melintasi perkampungan dinamakan Saluran Perdesaan (SPD) dan saluran pembuangan dinamakan Saluran Drainase Utama(SDU) yang berada di batas lahan usaha II. Saluran tersier dibangun untuk mengalirkan atau membuang air dari dan ke saluran sekunder.

Sistem tata air di Kawasan KTM Telang dirancang berdasarkan konsep aliran satu arah (one way flow system) dimana air pasang masuk melalui saluran primer dan terus ke saluran sekunder pemberi (SPD) dan masuk ke saluran tersier pemberi yang akhirnya mengaliri lahan usahatani.

Topografi
Berdasarkan kondisi topografi, sebagian besar Kawasan KTM Telang merupakan rawa pasang surut dengan ketinggian 0,5 m sampai 2,25 m di atas permukaan laut. Pengaruh pasang surut air laut lebih dominan dibandingkan dengan pengaruh curah hujan.

Geologi
Jenis tanah di Kawasan KTM Telang Organosol dan tanah Gley Humus, terutama di daerah dataran rendah atau rawa yang tidak jauh dari pengaruh aliran sungai. Sedangkan jenis tanah di daerah yang jauh dari pengaruh aliran sungai yaitu Podzolik Merah Kuning.

Penggunaan Lahan
Sebagian besar wilayah di Kawasan KTM Telang transmigrasi, terletak di dataran rendah dan sebagian besar wilayahnya merupakan daerah rawa pasang surut, penggunaan lahan yang dominan di kawasan tersebut adalah pertanian tanaman pangan, perkebunan kelapa dan tanaman keras serta kebun campuran. Selain itu, juga ada lahan yang dimanfaatkan untuk konservasi mangrove.

2. Kondisi Sosial Demografis

Penduduk
Penduduk di Kawasan KTM Telang sebagian besar merupakan penduduk transmigrasi yang berasal dari Pulau Jawa, namun ada juga Suku Bugis dan penduduk lokal Sumatera Selatan. Desa-desa yang semula merupakan unit UPT) memiliki tingkat kepadatan penduduk yang lebih tinggi daripada desa penduduk lokal (Desa eks Marga).

Mata pencaharian penduduk
Mata pencaharian penduduk eks transmigran sebagian besar sebagai petani, sedangkan mata pencaharian dominan Suku Bugis adalah sebagai petani tanaman kelapa dan pedagang, sedangkan mata pencaharian penduduk lokal pada umumnya sebagai pedagang, namun ada juga yang mata pencahariannya sebagai petani dan nelayan.

Penduduk yang bekerja pada sektor pertanian merupakan yang dominan, yaitu hampir 89 persen dari total penduduk, sedangkan yang bekerja pada sektor perdagangan dan jasa masing-masing kurang dari 1 persen. Penduduk yang bekerja sebagai buruh cukup banyak (8%), baik sebagai buruh tani maupun buruh non pertanian.

Luas Wilayah, Jumlah Penduduk, dan Kepadatan Penduduk di Delta Telang I

 

No. Desa Luas Wilayah (km2) Jumlah Penduduk (jiwa) Kepadatan Penduduk (jiwa/km2)
1. Mukti Jaya 25,94 4.232 163
2. Mekar Sari 16,50 3.545 215
3. Telang Jaya 22,45 4.896 218
4. Mukti Sari*) - - -
5. Telang Makmur 20,27 3.355 166
6. Sumber Hidup 27,60 2.562 93
7. Telang Rejo 24,80 3.390 137
8. Telang Karya 28,82 3.824 133
9. Panca Mukti 25,48 2.195 86
10. Sumber Mulyo 29,38 4.573 156
11. Marga Rahayu 28,40 5.042 178
12. Sumber Jaya 26,90 5.144 191
13. Karang Anyar 81,20 9.559 118
14. Talang Lubuk 98,00 5.518 56
15. Terusan Dalam 114,00 2.832 25
16. Terusan Tengah 113,00 4.557 40
17. Muara Telang 260,00 8.521 33
18. Karang Baru 162,80 2.062 13
19. Muara Baru 74,50 2.865 38
20. Upang Jaya 100,59 4.911 49
  Jumlah 1280,63 83.583 65


Pendidikan
Persentase penduduk usia 10 tahun ke atas yang dapat membaca dan menulis huruf latin adalah 93,91%, yang dapat membaca dan menulis huruf lainnya adalah 0,17%, dan yang tidak dapat membaca dan menulis adalah 5,92%.

3. Kondisi Ekonomi

Komoditas potensial di Kawasan KTM Telang adalah padi, selain padi, potensi komoditas tanaman pertanian jagung, palawija, dan tanaman hortikultura. Untuk sektor perkebunan, komoditas yang potensial di Kawasan KTM Telang yaitu kelapa dalam dan kelapa sawit.

Untuk sektor peternakan, Kawasan KTM Telang memiliki potensi yang besar untuk pengembangan usaha budidaya maupun penggemukan ternak.

Letak geografis Kawasan KTM Telang yang dikelilingi oleh beberapa sungai besar (S. Musi, S. Banyuasin, S. Telang, S. Sebalik, dan S. Gasing) memiliki posisi yang sangat strategis untuk pengembangan pada sektor perikanan. Budidaya ikan air tawar, baik dengan media kolam maupun keramba, merupakan potensi dari sektor perikanan.

Tanaman Pangan dan Hortikultura
Luas sawah di KTM Telang yaitu 40.000 Hektar yang meliputi sawah lokasi transmigrasi dari sawah eks desa Marga. Produktifitas padi pasang surut di Telang I ratarata 6-7 ton/ha, sedangkan di Telang II produktifitasnya rata-rata 4-5 ton/ha.

Perkebunan
Areal perkebunan di Kabupaten Banyuasin seluas 166.118,14 hektar, terdiri dari perkebunan karet rakyat 58.320,5 hektar, milik BUMN seluas 45.339,72 hektar, dan milik BUMS seluas 4.579,43 hektar. Kebun kelapa sawit plasma seluas 12.947 hektar, milik BUMN seluas 17.226 hektar dan milik BUMS seluas 7.275,49 hektar. Kebun kelapa yang diusahakan oleh rakyat seluas 20.430 hektar Untuk kawasan KTM Telang, komoditas perkebunan yang cukup potensial yaitu kelapa yang berminyak terdapat di Telang I. Sedangkan di Telang II memiliki potensi perkebunan kelapa dan kelapa sawit.

Kehutanan
Di sektor kehutanan, Kabupaten Banyuasin memiliki potensi hutan yang terdiri dari hutan produksi sebesar 130.568 hektar dan hutan konversi 83.300 hektar tersebar di Kecamatan Banyuasin II, Banyuasin III, Muara Telang, Betung, Muara Padang, dan Talang Kelapa.