Peta Wilayah
Siteplan
Profil KTM
Direktori
Ragam Bisnis
 

  PROFIL WILAYAH KTM NUSLIKU

 

PROFIL KAWASAN KTM NUSLIKU

 
I. Gambaran Umum

Kawasan Nusliku terdiri dari 21 desa yaitu 15 desa definitif (10 desa di Kecamatan Gane Timur dan 5 desa di Kecamatan Gane Barat) serta 6 (enam) UPT. Enam UPT terdiri dari UPT SP 4C, SP 2, SP 1A dan 1B, SP 3A dan 3B, SP 4 dan SP 5. UPT-UPT tersebut 5 (lima) UPT masih dalam pembinaan dan 1 (satu) UPT sudah diserahkan yaitu UPT SP 2. Sedangkan Desa-desa yang ada di sekitar kawasan KTM Nusliku, yaitu pada Kecamatan Gane Timur : (1) Maffa (2) Foya (3) Tobaru (4) Kesayangan/Foya Tobaru (5) Lalubi (6) Akelamo/Fida (7) Batonam/Saketa I (8) Wosi (9) Kotalou (10) Kebun Raja, pada Kecamatan Gane Barat : (11) Samat (12) Samo (13) Moloku (14) Nurjihat (15) Tokaka.

II.Letak Geografis

Secara Astronomis, Kawasan KTM Nusliku terletak pada 1270 47’ 47 ” BT sampai 1270 58’ 34” BT dan 000 09’ 10” LS sampai 000 17’ 25” LS.

Secara administrasi kawasan KTM Nusliku berada di Kecamatan Gane Timur dan Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara. Kecamatan Gane Timur secara geografis bentuknya memanjang dati Utara ke Selatan, dan kawasan KTM Nusliku berada di sebelah Utara kecamatan Gane Timur yang berbatasan dengan Kabupaten Halmahera Tengah.

Untuk melihat batas-batas kawasan KTM Nusliku adalah sebagai berikut :

  • Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Halmahera Tengah
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Sungai Kali Wosi
  • Sebelah Barat berbatasan dengan Hutan lindung
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Laut Halmahera

III. Aksesibilitas.

Aksesibilitas dari ibukota provinsi Maluku Utara (Ternate) menuju lokasi Kawasan Nusliku dapat dilalui dengan menggunakan dua moda angkutan, yaitu angkutan darat berupa mobil roda empat dan roda dua (motor), juga angkutan air berupa speed air dengan jarak tempuh ke lokasi Kawasan Nusliku sekitar 325 km. Sedangkan ke Ibukota kabupaten di Labuha dapat ditempuh dengan jarak sekitar 143 km. Pada umumnya orientasi terhadap pusat-pusat kegiatan masih didominasi oleh pusat-pusat pemerintahan yaitu Ibukota Kecamatan, Ibukota Kabupaten dan Ibukota Provinsi.

 

IV. Iklim

Suhu udara bervariasi dari 27,100 C - 26,500 C, dengan kelembaban rata-rata terjadi pada bulan Mei sebesar 81,1 %, kelembaban udara rata-rata minimum terjadi pada bulan Agustus sebesar 84,6 %. Kelembaban rata-rata tahunan sebesar 85,91 %. Kecepatan angin antara 8,89 Km/Jam -10,74 Km/Jam, dengan rata-rata kecepatan 9,69 Km/Jam. Sedangkan curah hujan rata-rata 199 mm.

 

V. Kelerengan

Topografi wilayah Kabupaten Halmahera Selatan sekitar 61,1% tergolong lahan datar (derajat kemiringan 0-5%) dan lahan bergelombang (6-15%), sedangkan 38,9% tergolong lahan curam dan sangat curam dengan derajat kemiringan 16-40% dan >40%, yang banyak terdapat di kawasan Nusliku sebelah utara dan disebelah barat yang berbatasan dengan Kecamatan Gane Barat.

 

V. Jenis dan Tekstur Tanah

Tanah yang terbentuk dari batuan beku basa dan batuan metamorfik menjadikan lahan pertanian di Kabupaten Halmahera Selatan kurang subur. Namun, pada sekitar Kecamatan Gane Timur dan Kecamatan Gane Barat terdapat lahan-lahan yang subur untuk dikembangkan pertanian, hal ini disebabkan terdapatnya aliran sungai yang cukup banyak di sekitarnya. Mengenai satuan jenis tanah yang ada di Kawasan Nusliku dapat dilihat dibawah ini.

Satuan Jenis Tanah
 
No
N A M A
PPT (1983)
FAO/UNESCO (1987)
USDA (1992)
 
1
2
3
4
 
Aluvial Distrik
Gleisol Distrik
Kambisol Eutrik
Kambisol Cromik
 
Dystric Fluvisol
Dystric Gleysol
Eutric Cambisol
Chromic Cambisol
 
Aquic Tropofluvent
Aeric Trapaquepta
Tepic Haplaguepts
Tepic Haplaquepts
 
Sumber : RTSP Nusliku
VII. Penggunaan Lahan

Dari hasil identifikasi peta citra landsat path/Row 109/61 tanggal 22 Mei tahun 2004 dan 119/60 Tanggal 22 Mei tahun 2004 pada kawasan Nusliku, kemudian dioverlay dengan peta dasar Bakosurtanal didapat luasan kawasan KTM Nusliku ± 54.121 Ha, dengan komposisi penggunanan lahan didominasi oleh penggunaan kebun campuran seluas 31,52 % dan hutan sekunder 21.91 %. Sedangkan hutan mangrove mempunyai proporsi paling sedikit yaitu 1,76 %. Untuk lebih jelas komposisi penggunaan lahan dapat dilihat di bawah ini.

 

Komposisi Penggunaan Lahan Kawasan Nusliku

No
PENGGUNAAN LAHAN
LUASAN (HA)
%
1
Hutan Sekunder
10.336,04
21,91
2
Permukiman
1.165,23
2,47
3
Mangrove
830,28
1,76
4
Kebun Kelapa
2.717,28
5,76
5
Kebun Cokelat
1.603,95
3,40
6
Kebun Campuran
14.869,56
31,52
7
Sawah
8.736,81
18,52
8
Sungai
1.075,59
2,28
9
Semak belukar
5.840,26
12,38
JUMLAH
54.121
100,00

Sumber : Citra Lansat Path Row 109/61 tanggal 22 Mei 2004

VIII. Penduduk.

Secara keseluruhan, jumlah total penduduk pada desa yang terletak pada kawasan Nusliku yang terdiri dari 21 desa (15 desa definitif dan 6 UPT) memiliki jumlah sebesar 15.687 jiwa. Sedangkan pada desa definitif atau desa sekitar Nusliku jumlahnya mencapai 13.282 jiwa dan penduduk kawasan Nusliku pada desa transmigran/UPT adalah 2.405 jiwa.

Jumlah Penduduk Kawasan Nusliku

No
Nama Desa
Jumlah Penduduk
Jumlah
Laki-Laki
Perempuan
KEC.
GANE TIMUR
1
Maffa
824
843
1667
2
Foya
640
648
1288
3

To Baru

333
284
617
4

Kesayangan/Foya Tobaru

162
176
338
5
Lalubi
429
377
806
6
Akelamo/Fida
494
426
920
7

Batonam/ Saketa I

280
248
528
8

Wosi

526
470
996
9
Kotalou
769
707
1476
10

Kebun Raja

1240
1185
2425
KEC.
GANE BARAT
11
Tokaka
269
278
547
12
Nurjihad
109
92
201
13
Moloku
209
222
431
14
Samo
332
337
669
15
Samad
188
185
373
UPT
16
SP 4C/Kesayangan
356
341
697
17
SP 2/Sumber Makmur (diserahkan)
170
163
333
18
SP 1A, 1B
260
267
527
19
SP 3A, 3B
137
160
297
20
SP 4
235
237
472
21
SP 5
49
30
79

T O T A L

8011
7676
15687
P E R S E N T A S E (%)
51.07
48.93
100.00

Sumber : Monografi UPT Nusliku, Tahun 2006 dan Monografi Kecamatan

 
IX. Sosial Budaya Masyarakat

Keadaan sosial budaya di kawasan Nusliku pernah mengalami konflik akibat SARA pada tahun 2001 dan 2002, namun dapat diatasi dan sekarang sudah pulih dan kondusif (Mei 2006). Modal sosial yang dipunyai masyarakat berupa kegiatan keagamaan dalam rangka peringatan keagamaan. Organisasi sosial yang terorganisir belum tertata lagi, namun rasa gotong royong masyarakat masih cukup tinggi, misalnya pembuatan saluran air secara bersama. Kegiatan secara bersama juga masih dilakukan masyarakat dalam bentuk kegiatan olah raga bersama seperti sepak bola dan bola volly.

X. Pendidikan

Sarana dan prasarana sekolah untuk sekolah dasar kurang memadai dengan kondisi bangunan umumnya rusak sedang. Jumlah sarana pendidikan pada kawasan Nusliku yaitu masing-masing satu SD pada tiap desa, SMP hanya terdapat di Maffa, sedangkan apabila masyarakat ingin melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi harus keluar dari kawasan Nusliku karena SMA dan sekolah tinggi lain berada pada desa di luar Nusliku seperti Halmahera Tengah dan sekitarnya.

 
XI. Kesehatan

Puskesmas hanya terdapat di ibukota kecamatan, sedangkan pada desa lain hanya terdapat Pusat pelayanan kesehatan berupa Pustu (Puskesmas Pembantu) masing-masing satu. Hal ini menggambarkan bahwa sarana kesehatan pada kawasan Nusliku masih minim.

 
XII. Transportasi

Prasarana wilayah yang terdapat pada Kabupaten Halmahera Selatan adalah pelabuhan di Samo pada Kecamatan Gane Barat. Sedangkan dari panjang jalan dan jenis perkerasan jalannya, jenis aspal pada kawasan Nusliku sepanjang 39 km, jenis kerikil sepanjang 9,5 km dan tanah sepanjang 304,5 km. Untuk lebih jelasnya mengenai Panjang Jalan Menurut Jenis permukaan di Kawasan Nusliku Tahun 2006 dapat dilihat pada Tabel di bawah ini.

Panjang Jalan Menurut Jenis permukaan di Kawasan Nusliku Tahun 2006

No
Jenis Permukaan
Panjang (Km)
1
Aspal
39
2
Kerikil
9.5
3
Tanah
304.5
Jumlah
353
Sumber: Dinas PU & Kimpraswil Kabupaten Halmahera Selatan Tahun 2006 – 2007
 

XIII. Komoditas Pertanian

Komoditas pertanian/pangan yang terdapat pada Kawasan Nusliku terdiri dari padi dan jagung. Mata pencaharian warga transmigran di kawasan Nusliku pada umumnya bertani sawah/padi dan berladang. Berdasarkan luas lahan dan produksi padi ladang di kawasan Nusliku (Gane Timur dan Gane Barat) diketahui bahwa luas sawah berkurang dari 449 Ha menjadi 430 Ha dengan jumlah produksi padi ladang mencapai 1.290 ton dan rata-rata produksi 5,71 kwintal/ha, merupakan penghasil padi terbesar di Kabupaten Halmahera Selatan.

Komoditi Pertanian/Pangan

KOMODITI
Produksi
Kawasan
(Ton)
Produksi
Kabupaten
(Ton)
PADI
1290
1957
JAGUNG
208
666
TOTAL
1498
2623

Sumber : Monografi Kecamatan, Tahun 2006

XIV. Komoditas Perkebunan.

Pada Kawasan Nusliku yang terletak pada Kecamatan Gane Timur dan Gane Barat, hasil perkebunannya yang paling menonjol adalah kakao/cokelat dan kelapa. Dari jumlah produksi kakao, diketahui bahwa jumlah produksi kelapa mencapai 7.057 ton/ha pada tahun 2006. Sedangkan dari produksi kakao, jumlah produksinya mencapai 790 ton/ha. untuk lebih jelasnya mengenai produksi kakao dan kelapa dapat dilihat pada Tabeldi bawah ini.

Komoditi Perkebunan
KOMODITI
Produksi (Ton) Kawasan
Produksi (Ton) Kabupaten
KELAPA
7057
30772
CENGKEH
185
1524
KAKAO
790
2364
KOPI
3
94
PALA
49
612
 
8084
35366

Sumber : Monografi Kecamatan, Tahun 2006

XV. Perekonomian.

Kondisi perekonomian warga di lokasi UPT Nusliku SP 4C sudah nampak kemajuannya hal ini didorong adanya pendapatan sampingan warga dari usaha berdagang, jasa perbengkelan dan usaha peternakan. Rata-rata pendapatan warga transmigran diperkirakan antara Rp.3.500.000 sampai Rp.5.000.000 per-bulan. Di UPT Nusliku SP 1, Mata pencaharian warga transmigran adalah sebagai petani pengolah sawah padi, dengan pendapatan berkisar antara Rp.2.500.000 – Rp.4.000.000 per-bulan/KK, Untuk menambah pendapatan para transmigran pada umumnya dengan berternak sapi dan itik disamping berjualan/berdagang di rumah masing-masing dan usaha jasa lainnya yaitu mengojek motor. Kondisi perekonomian warga di lokasi UPT Nusliku SP 3 dan SP 4 sudah nampak kemajuannya hal ini didorong adanya pendapatan sampingan warga dari usaha berdagang, jasa perbengkelan dan usaha peternakan. Rata-rata pendapatan warga transmigran diperkirakan antara Rp.2.700.000 sampai Rp.3.700.000 per-bulan. Kondisi perekonomian warga di lokasi UPT Nusliku SP 5 sudah nampak kemajuannya hal ini didorong adanya pendapatan sampingan warga dari usaha berdagang, jasa perbengkelan dan usaha peternakan. Rata-rata pendapatan warga transmigran diperkirakan antara Rp.2.700.000 sampai Rp.4.000.000 per-bulan.

Mata pencaharian warga transmigran di lokasi Nusliku SP 4C, SP 2 dan SP 1 pada umumnya bertani sawah/padi dan berladang. Untuk pengembangan usaha ekonomi masyarakat di UPT Nusliku SP 4C, SP 2 dan SP 1 masyarakat mengembangkan ternak sapi.

Sedangkan Mata pencaharian warga transmigran lokasi Nusliku SP 3, SP 4 dan SP 5 pada umumnya bertani kebun coklat, kelapa dan sawah/padi. Untuk pengembangan usaha ekonomi masyarakat di UPT Nusliku SP 3, masyarakat mengembangkan ternak sapi dan itik.

Pengembangan komoditas yang ada baik berupa padi dan tanaman keras seperti kelapa dan cokelat secara keseluruhan belum dikelola secara bisnis dengan melibatkan investor. Menurut informasi dari Pemerintah Daerah sedang dijajagi keterlibatan investor dalam pengembangan komoditas yang ada.

 
XVI. Permasalahan

Beberapa masalah yang dihadapi transmigran di UPT Nusliku antara lain : kondisi lahan dan permukiman sering terkena banjir, belum dimanfatkannya lahan usaha II, lahan pekarangan belum sertifikat, Jalan dan jembatan yang rusak dan tidak memadai, fasilitas umum yang sebagian besar sudah rusak dan tidak tersedianya tenaga pendidik.