Peta Wilayah
Siteplan
Profil KTM
Direktori
Ragam Bisnis
 

  PROFIL WILAYAH KTM MALOY-KALIORANG

I.Gambaran Umum Kawasan
Kawasan Kota Terpadu Mandiri Maloy terletak di Provinsi Kalimantan Timur, Kabupaten Kutai Timur, mencakup Kecamatan Kaubun, Karangan dan Sangkuriang. Tepatnya di Teluk Sangkuriang yang termasuk dalam wilayah Agropolitan SANGSAKA (Sangkuriang - Sandaran – Kaliorang). Didalam kawasan ini terdapat desa eks Transmigrasi sebanyak 13 desa yang sudah berkembang. Secara geografis terletak pada 115o56\' 26 “ s/d 118o58\' 19” BT dan 01o17\' 01” s/d 01o52\' 39 “ Lintang Utara.

PDRB Kutai Timur setiap tahunnya mengalami peningkatan dimana tahun 2000 senilai Rp. 5.493.583.000.000,- dan pada tahun 2004 mencapai Rp. 9.298.444.000.000,-, ini belum termasuk hasil tambang minyak dan gas bumi. Income perkapita penduduk di Kutai Timur dari tahun ke tahun sangat meningkat, pada tahun 2000 sebesar Rp. 28.196.500,- sedangkan pada tahun 2004 menjadi Rp. 42.485.938,-

Demikian juga pertumbuhan penduduk pada tahun 2000 jumlahnya 146.510 jiwa dan pada tahun 2004 meningkat menjadi 168.529 jiwa. Hal ini menunjukkan bahwa Kabupaten Kutai adalah kawasan yang cepat berkembang dalam segala sektor.

II. Kondisi Potensi Kawasan.

  1. Listrik :
    Kebutuhan listrik dikawasan ini dilayani oleh PLN di setiap kecamatan dengan kapasitas 5,4 MW, selain itu terpasang jalur interkoneksi dengan Bontang dan Samarinda.
  2. Parawisata :
    Di kawasan mempunyai potensi parawisata dibidang pantai, sumber air panas, Goa Pengadan dan Mardua yang merupakan peninggalan sejarah, Pulau Birah yang merupakan taman ikan hias.
  3. Air Bersih :
    Selain bersumber dari PDAM yang ada di setiap kecamatan, dikawasan ini mengalir sungai yang potensial sebanyak 5 sungai. PDAM mengalirkan air bersih ke setiap Kecamatan berkapasitas 923.464 l/detik. Sumur dangkal berkedalaman 7 s/d 10 meter dapat digunakan menjadi kebutuhan air.
  4. Telekomunikasi :
    Menurut data tahun 2004, dikecamatan telah terpasang telepon rumah tangga, dan telah dibangun beberapa antena untuk kebutuhan telepon seluler.
  5. Penggunaan Lahan:
    Penggunaan lahan di kawasan KTM Maloy ini terdiri dari : Permukiman 1.075 Km2, Perkebunan 7.375 Km2, Hutan 954.300 Km2, Semak 70.750 Km2, Rawa 7.500 Km2, dan lain-lain 3.019 Km2. Luas lahan seluruhnya 1.049.260 Km2. Di kawasan Transmigrasi yang terdiri dari 13 desa tersebut luas LP 885 Ha, LU I 2.655 Ha, dan LU –II 3.540 Ha. Jumlah penempatan dilokasi eks Transmigrasi ini berkisar 3.540 KK atau 14.398 jiwa, penempatan Transmigran ini pada tahun 1988 s/d 1999.
  6. Jaringan Jalan :
    Jaringan jalan di Kabupaten Kutai Timur terdiri dari jalan negara 449 Km, jalan Provinsi 245 Km, jalan Kabupaten 820 Km. Kondisi jalan adalah jalan aspal 341, jalan perkerasan/kerikil 659,5 km dan jalan tanah 503,5 Km. Sedangkan di kawasan transmigrasi jalan utama 110,29 Km, jalan desa 75,93 Km, jembatan 312.80 M dan gorong-gorong 292 M.
  7. Kondisi Iklim :
    Temperatur udara berkisar antara 21 s/d 33 derajat celsus, curah hujan bulanan 147,75 mm/bulan, kecepatan angin cukup rendah berkisar 9,6 Km/jam.
  8. K esesuaian lahan :
    Kawasan KTM Maloy ini melalui analisis unsur hara tanah menunjukkan bahwa untuk padi sawah dan palawija berlkasifikasi sesuai, demikian juga untuk karet dan kelapa sawit.
  9. Kehidupan beragama dikawasan ini cukup harmonis, dimana presentasi pemuluk agama adalah 82 % beragama Islam, Kristen 16 % dan Budha – Hindu 2 %

  10. III. Peluang Bisnis.
    Kawasan Maloy mempunyai potensi untuk pengembangan lahan sawah irigasi, lahan sawah tadah hujan, lahan kering dan lahan tambak. Lahan sawah adalah pengembangan dari bendungan sungai Kambun atau sistim pompanisasi. Kesesuaian lahan untuk sawah sangat sesuai. Selain itu untuk tanaman palawija dan buah-buahan terutama nenas dan kacang-kacangan sangat sesuai. Di kawasan ini juga tersedia 3.500 Ha lahan untuk tambah yaitu untuk tambak udang galah dan bandeng yang berukualitas eksport, termasuk kegiatan pembuatan bibit udang galah dan bandeng.
    Kawasan Maloy akan segera dibangun pelabuhan yang berstandar internasional, artinya kawasan ini akan menjadi bongkar muat dan lintas barang skala besar antar pulau dinusantara ini.

    Oleh karena kawasan ini ditarget cepat berkembang, maka salah satu indikatornya adalah jaringan transportasi, oleh sebab itu dikawasan ini berpotensi membangun usaha jasa konstruksi bidang sipil dan manejemen

    Masih banyak peluang dikawasan ini, bila berminat silahkan hubungi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi setempat.